Pos

 

8 Program Desa Kita, adalah Program aplikatif yang berbasis desa. Dimana program yang merupakan bentuk dari kesadaran bersama masyarakat desa dan pemerintah untuk memajukan desa ini, dilaksanakan bersama oleh masyarakat dengan regulasi dan support sistem dari pemerintah (desa/kecamatan/kabupaten). 8 Program Desa ini akan kita perjuangkan untuk dapat masuk dalam RAPBD Kabupaten.

8 Program Desa Kita ini dirancang untuk menggerakkan masyarakat secara aktif terlibat langsung dalam proses pembangunan desanya. Sebenarnya program ini bukan hal yang baru bagi masyarakat, hanya saja butuh sebuah sistem atau regulasi untuk menggerakkannya agar lebih terukur, tearah dan terlaksana. 8 Program Desa Kita ini adalah sebagai berikut:

SABDA (Sumber Air Bersih Desa)

Program SABDA, adalah Program untuk mengoptimalkan sumber daya air yang cukup banyak disekitar Kabupaten Bogor. Program ini memiliki 3 ouput program turunan:

Sumur desa

Program pembuatan sumur desa, yang dilakukan dengan membangun sumur induk desa dan kemudian air di distribusikan langsung ke rumah-rumah warga. Program ini dilakukan jika desa tersebut memiliki sumber air tetap (mata air/sumur) tapi terkendala dalam pembangunan dan distribusi.

Pipanisasi Air Desa

Program pemasangan jalur distribusi air bersih dari sumber air ke pusat penampungan air desa. Program ini dilaksanakan jika desa tersebut tidak memiliki sumber air (mata air/sumur)

PLTA mini

Program ikutan jika desa tersebut memiliki saluran air deras, yang bisa menggerakkan mini turbin pembangkit listik. PLTA mini hanya bisa mencover kebutuhan listrik desa setempat saja.

 

LPD (Lumbung Pangan Desa)

Program LPD adalah program yang sebenarnya sudah sejak dahulu dilakukan oleh nenek moyang kita, mereka masing-masing keluarga setiap kali panen menyumbang/menyimpan beras sejumlah yang disepakati bersama oleh warga. Ini dilakukan untuk menghadapi musim panas atau paceklik.

Apaklah ada zaman sekarang musim tersebut?

Pada zaman sekarang fungsi lumbung desa kita jadikan sebagai cadangan pangan bagi desa. Untuk apa cadangan pangan?

  • Cadangan pangan bisa dipakai untuk membantu warga yang lagi kekurangan pangan (faktor ekonomi)
  • Cadangan pangan juga bisa dipakai untuk keperluan lain yang bisa dipakai oleh warga seperti adanya acara syukuran, pernikahan warga dan acara lainnya yang dilaksanakan desa
  • Cadangan pangan juga bisa untuk membantu warga desa yang lagi terkena musibah atau desa lainnya.

Jadi dengan program LPD sebenarnya kita berharap tumbuhnya kebersamaan warga desa, saling membantu dan timbulnya rasa menjadi bagian dari keluarga besar desa.

Untuk pelaksanaannya pengisian lumbung desa bersifat sukarela dari waga desa dan juga subsidi berkala dari pemerintah daerah (masuk dalam RAPBD), tapi ada petugas yang ditunjuk secara khusus desa untuk mengurusnya.

Yang terpenting dalam pelaksanaan LPD ini adalah sosialisadi dan memberikan pemahaman kebersamaan kepada penduduk desa. Hingga mereka tergerak karena kesadarannya sendiri.

 

Forum Rutilahu

Program pembentukan Forum Pembanguan atau perbaikan rumah layak huni. Forum ini hanya bersifat mencover program Rutilahu yang sudah ada dalam Program Pemda Propinsi maupun Kementrian Sosial. Apa fungsi dari forum ini?

  • Sebagai lembaga non struktural yang dibentuk di desa, yang bertugas mendata, mensurvei dan menyiapkan program bagi perbaikan rumah warga desa yang sudah tidak layak huni.
  • Data dan Program yang sudah dibuat bisa diajukan dalam pengajuan Program Rutilahu pemerintah atau juga bisa diajukan kepada pihak swasta dalam program CSR
  • Forum Rutilahu, terdiri dari tokoh masyarakat desa, perwakilan warga, dan pemerintah desa

 

KPDS

  • Program KPDS adalah program yang akan kita ajukan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten dan kita usulkan juga masuk dalam RAPBD Kabupaten.
  • Program ini adalah program antisipasif yang dirancang untuk mencover permasalahan kesehatan desa. Mulai dari masalah gizi sampai dengan penyakit yang bersifat menular.
  • KPDS dipilih dari warga desa yang memiliki perhatian bahkan mungkin kemampuan menanganan kesehatan masyarakat. Mereka bertugas mulai dari survey, pemetaan masalah kesehatan masyarakat sampai eksekusi program kesehatan masyarakat baik program turunan dari daerah atau pusat, maupun program swadaya desa menjaga kesehatan masyarakat dan lingkungan.
  • KPDS akan dilatih secara berkala oleh Dinas Kesehatan Kabupaten, hingga mereka mampu menjadi orang pertama yang bersifat emergency menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat dan dilingkungan desa
  • KPDS akan mendapat honor rutin dari anggaran APBD

 

BLKU

  • Program Balai latihan kerja dan usaha, adalah program turunan dari BLK yang selama ini biasa dikelola tingkat kabupaten (Dinas Tenaga kerja) tapi kita tambah dengan program pelatihan dan pembinaan usaha/bisnis. Prorgram BLKU dilaksanakan di desa (berbasis desa).
  • Program ini sengaja kita buat langsung di desa, agar potensi kerja dan sumber potensi usaha/bisnis desa itu bisa langsung real dilakukan dan memberikan efek ekonomi langsung bagi desa dan warganya.
  • Program ini berisi pelatihan, pendampingan dan pembinaan keahlian kerja serta wirausaha berbasis desa
  • Dengan program ini diharapkan masyarakat bisa up-grade keahlian bekerjanya dan kemampuan wirausahanya dalam pengelolaan sumber daya desa.

 

Rumah Pintar Desa (RPD)

  • Program yang dilaksanakan untuk meningkatkan keilmuwan dan wawasan masyarakat desa.
  • Program ini menyasar mulai dari Balita hingga usia dewasa
  • Paket Program Rumah Pintar:
    • Perpustakaan Desa
    • Edukasi Multimedia
    • Smart Online
    • Pojok Qu’an dan Islam (PoQIs)
    • Paket A, B dan C
    • Program ini murni support dari anggaran APBD dan kerjasama CSR Perusahaan

 

Bank Sampah Desa (BSD)

  • Adalah program pengelolaan sampah bernilai ekonomis
  • Program ini adalah cara menjaga kebersihan dan keindahan desa tapi membawa dampak ekonomi
  • Warga masyarakat desa menyetor sampah non organik ke bank Sampah Desa dan dicatat dalam buku tabungan sampahnya.
  • Setiap awal bulan warga akan mendapatkan dana masuk dalam tabungannya dari hasil penjualan sampah non organik desa.
  • Sampah non organik desa dapat dikelola desa menjadi bahan mentah (serbuk/biji) dan dijual ke pabrik pengelohan bahan mentah plastik atau kertas
  • Atau juga dijual dalam bentuk apadanya ke penampung barang bekas
  • Untuk sampah organik Bank Sampah Desa (BSD) mempunyai unit pengelolaannya sendiri yang akan diproses menjadi pupuk cair atau padat.
  • Pupuk ini akan dijual KUD atau ke toko pupuk yang ada di kabupaten.

 

MCK Energi

  • MCK energi adalah program terintegrasi pemanfaatan limbah buang air besar manusia ataupun hewan.
  • MCK energi untuk desa yang padat atau lebih dekat perkotaan, di proses per RW atau per blok perumahan.
  • MCK Energi untuk desa yang jarang penduduknya disesusaikan proses integrasinya
  • Limbah buangan semua akan di salurkan dalam pusat penampungan. Kemudian akan dilakukan proses integrasi kimiawi yang dibuat dalam sistem terpadu, hingga menghasilkan biogas yang bisa menjadi energi listrik dan gas. Dari riset Kementrian ESDM dan program yang sudah berjalan setiap 3000 orang menghasilkan rata-rata 81 meter kubik gas per bulan setara 12 tabung gas per bulan. Tingkat hasil biogas akan semakin tinggi kalau dicampur dengan kotoran sapi.

Biogas akan disalurkan langsung berupa energi listrik dan gas ke rumah-rumah warga. Untuk mengaktifasi sistem teknologi ini dan menjalankan program maka dari setiap desa akan menunjuk SDM-SDM yang akan kita latih hingga memiliki dasar keahlian mengelola MCK energi (Bekerjasama dengan Kementerian ESDM dan PLN).

Semua 8 Program Desa Kita, merupakan program-program yang real yang pernah dilakukan oleh kader-kader PKS dan sekarang akan disumbangsihkan untuk kepentingan masyarakat. Kami PKS memilki para pakar-pakar atau ahlinya yang siap insyaAllah untuk mendampingi program ini ke masyarakat dan bersedia mensupervisi sampai sukses dilaksanakan.

Kami mohon dukungannya, agar kami PKS bisa bersama membawa Indonesia lebih baik lagi. Baarakallahu fiikum

****

Ifan Fardian

Caleg PKS DPRD Kabupaten Bogor

Dapil 4 No.8

(Ciomas, Dramaga, Ciampea, Tenjolaya, Cibungbulang dan Pamijahan)

Nb: ada 1 paket program lagi yang siap kita tawarkan “8 Program Keummatan Kabupaten Bogor”

Nama Hasan Basri dalam dunia pergerakan mahasiswa di era 1997 – 1998 tidaklah asing. Ia adalah inisiator Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Banten, sebuah organisasi pergerakan mahasiswa yang cukup tenar ketika itu. Pria kelahiran Pandeglang, 21 Juni 1973 ini juga inisator Lembaga Dakwah Kampus (LDK) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN/UIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten. Sebelum menjadi aktivis mahasiswa, Hasan Basri juga pernah menjadi Ketua OSIS MAN 1 Kota Serang.

Pasca kampus, putera dari pasangan Ahmad Anbari (Alm) dan Rt.Entin Nurhayati ini aktif dalam dunia politik di Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Karir politiknya pun bergerak cepat, ia pernah menjadi anggota DPRD Kota Serang dan sekarang menjadi Ketua DPD PKS Kota Serang. Kini, pada Pemilu 2019 Hasan Basri diperintahkan maju sebagai Caleg DPRD Kota Serang untuk daerah pemilihan (Dapil) Kota Serang I.

Agama Menjadi Bingkai Keluarga

Bingkai Agama yang ditanamkan orangtuanya sejak belia sudah mendarah daging. Tak heran saat masih sekolah dasar (SD) dan MTsN ia pun nyantri di Pesantren Salafiyah Nurul Huda, asuhan Abah KH. Kholil di Kadulisung Pandeglang. Dan bingkai Agama ini pun ia lanjutkan dalam keluarganya. Bersama guru dan sahabatnya, sehari-hari beliau mengelola Yayasan Al-Izzah Serang. Sebuah yayasan yang bergerak di dunia pendidikan.

Anak muda merupakan salah satu aset berharga yang dimiliki oleh sebuah bangsa. Oleh karenanya, negara selaku pembuat kebijakan harus dapat mengelola potensi anak-anak muda dengan baik. Komitmen ini yang akan diperjuangkan oleh Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Dapil Lampung 1, Detti Febrina.

“Anak muda adalah masa depan yang potensinya harus digali, diberi ruang tumbuh, dan berkarya. Jika tidak diarahkan, sebaliknya bisa menjurus destruktif,” kata satu-satunya delegasi perempuan Indonesia atas undangan Republik Rakyat China untuk Muslim Hui tahun lalu ini.

Menurut alumni Leadership Course Australia Award di Melbourne inipemuda khususnya remaja ke depan akan menggantikan posisi para pemimpin masa kini.

“Di era 4.0, informasi apapun mudah sekali mereka serap. Kalau tidak dibentengi ketangguhan dalam keluarga, maka ke depan kita akan menghasilkan generasi miskin karakter,” ujar Ketua Departemen Riset dan Media Monitoring Humas DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Persoalan mendasar itu menyebabkan ia berpendapat bahwa anak muda layak diberi perhatian serius dalam proses pembuatan kebijakan maupun dalam penganggaran. Maka tak jarang, aktivitas Ibu beranak tiga ini memang kerap dikelilingi anak-anak muda.

Mulai dari komunitas fotografi, videografi, youtuber, penggerak sosial media, sampai komunitas penulis muda. Baginya, lewat komunitas tersebut, milenial dan Generasi Z bisa mendapat ruang ekspresi yang luas serta positif.

Ia antara lain menawarkan program yang akan memperjuangkan hak-hak anak serta remaja. Mulai dari hak mendapatkan pendidikan yang layak baik formal maupun informal, hak kesehatan, sampai hak mengaktualisasikan diri, dan kemudahan berpenghasilan.

“Dampaknya akan berpengaruh besar pada kebijakan misalnya pada penyediaan ruang-ruang publik untuk kaum muda, berlimpahnya workshop dan coaching clinic, atau kebijakan ramah investasi agar lapangan kerja terbuka luas,” urainya.

Dia juga mengingatkan fakta adanya bonus demografi bahwa di Indonesia saat ini jumlah generasi milenial dan generasi Z melampaui kuantitas generasi lainnya.

“Kalau kita tidak mengantisipasi, maka akan kewalahan mengatasi angka pengangguran maupun problem-problem sosial lain dari kalangan muda,” kata caleg perempuan dengan nomor urut 8 dari partai yang juga nomor 8.

Untuk itu, lanjut mantan jurnalis ini, menyiapkan generasi yang tangguh dan berkarakter perlu jadi perhatian berbagai elemen. Mulai dari pemerintah, lingkungan belajar, lingkungan tempat tinggal bahkan yang terpenting lingkungan keluarga.

“Keluarga harus jadi basis. PKS punya perhatian besar soal pengokohan keluarga, antara lain lewat program unggulan Rumah Keluarga Indonesia (RKI),” kata lagi.

Sudah saatnya mengembalikan peran dan fungsi keluarga dalam mengatasi sebagian problem generasi muda Indonesia ujar putri mantan Kepala Kejaksaan Negeri Bandar Lampung ini.

“Keluarga yang kokoh beriringan dengan kebijakan yang ramah untuk kaum muda, semoga bisa menghasilkan generasi tangguh dan berkarakter,” tutup aktivis literasi informasi yang menimba ilmu di Pascasarjana Ilmu Komunikasi FISIP Unila.

Sumber: pks.id

Suatu waktu Ketua Majelis Syuro PKS Habib Dr. Salim Segaf Al-Jufri menyampaikan harapannya bahwa tempat-tempat publik bisa menyediakan air minum graris untuk warga. Harapan seorang ‘alim seperti Habib Salim tentu ada dasarnya.

Dalam sebuah riwayat, Saad bin Ubadah RA bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Memberi air.” (Shahih Abu Daud).

Nah, sekadar mewujudkan hal tersebut saja tentu mesti ada yang memperjuangkannya. Anggota DPRD bisa memperjuangkan penyediaan alat penyedia air minum gratis di ruang publik secara lebih merata.

Saya berkomitmen memperjuangkan harapan Ketua Majelis Syuro PKS yang pasti juga menjadi harapan banyak warga Jakarta.

***

Sekilas tentang DEDI SUPRIADI

Dedi Supriadi memulai dunia profesionalnya di bidang jurnalistik, yaitu sebagai kru Radio Delta FM Jakarta pada tahun 1996. Hal itu tidak mengherankan mengingat latar belakang pendidikannya di Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia.

Di tahun 2004 ia meninggalkan dunia wartawan dengan menjadi Staf Ahli bagi Anggota DPR RI dari PKS yaitu Rama Pratama. Sejak itu, ia menggeluti dunia kehumasan politik dengan menjadi Ketua Badan Humas DPW PKS DKI Jakarta (2005-2010), Sekretaris Bidang Humas (2011-2015) dan Ketua Bidang Humas DPP PKS (2015-2017). Kini amanahnya di PKS adalah sebagai Direktur Direktorat Penggalangan Opini dan Media (DitPOM) Tim Pemenangan Pemilu (TPP) PKS tingkat Pusat.

Selain itu ia juga sempat menjadi Staf Ahli Wakil Ketua DPRD DKI (2004-2007) Ahmad Heryawan dan (2008-2010) Triwisaksana. Selanjutnya menajdi Manajer Humas Fraksi PKS DPR RI pada periode (2011-2015).

Di luar aktifitas sebagai sta atau tenaga ahli di parlemen, Dedi juga merupakan founder perusahaan di bidang Konsultan Aktuaria , PT Sygma Prima Solusindo dan perusahan di bidang konsultan komunikasi PT Indonesia Gemilang Publisitas.

Pembangunan di Jakarta, menurut Dedi, mesti menyentuh akar permasalahannya yaitu pembangunan manusia seutuhnya baik jasmani dan rohani. Untuk itu, ia akan berusaha menurunkan visi Guibernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih perioden2017-2023, yaitu Maju Kotanya, Bahagia Warganya, ke bentuk-bentuk regulasi yang mengarahkan pembangunan DKI Jakarta demi peningkatan kesejahteraan dan terasanya keadilan serta kebahagiaan warga Jakarta.

***

Kampanye PKS di Medsos harus Santun dan Elegan

Direktur Media Center Tim Pemenangan Pemilu DPP PKS Dedi Supriadi mengatakan kampanye Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019 harus berjalan dengan adu gagasan dan ide yang disampaikan dengan cara-cara yang santun dan elegan.

Dedi menyebut perhelatan pesta demokrasi Pemilu 2019 mesti dilakukan dengan suasana kegembiraan. Pendukung masing-masing capres-cawapres, ujar Dedi, harus mengedepankan metode kampanye yang santun dan mengajukan argumentasi yang sesuai dengan data dan fakta.

Dedi mengungkapkan demokrasi kegembiraan juga harus diwujudkan dalam percakapan di media sosial. Terlebih lagi pada Pemilu 2019 ada lebih dari 40 persen pemilih merupakan generasi milenial yang akrab dengan penggunaan media sosial.

“Sampaikan gagasan dan ide di media sosial dengan cara yang baik. PKS sebagai partai politik Islam sudah menerapkan rules of conduct bagi akun media sosial struktur dan kader,” papar Dedi di Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Menurut Dedi, kontestasi Pilpres 2019 yang digelar berbarengan dengan Pemilu legislatif 2019 diprediksi memunculkan skala percakapan yang dominan di media sosial.

Karena itu, media sosial harus diisi dengan konten yang mencerahkan sebagai bagian dari pendidikan politik kaum milenial. “Pemilih pemula yang jumlahnya hampir 14 juta pasti menggunakan media sosial untuk mencari referensi pilihan. Gunakan media sosial sebagai sarana pendidikan politik yang nyaman untuk mereka,” ujar Dedi.

Sumber: SINDO

London — Ketua DPP PKS Ledia Hanifa menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang diundang di Parlemen Inggris untuk berbicara memperingati 100 tahun perempuan Inggris masuk ke parlemen.

Para peringatan tersebut, Parlemen Inggris mengundang 100 perempuan anggota parlemen dari seluruh dunia. Ledia yang kini duduk di Komisi X DPR RI menjadi satu-satunya perwakilan perempuan anggota parlemen dari Indonesia.

Bukan hanya satu-satunya, Ledia juga didaulat untuk menyampaikan pandangannya di sidang umum terkait peran dan model perempuan di parlemen.

Dalam paparannya, Ledia menekankan tentang perempuan anggota parlemen menjadi model rujukan. Perempuan anggota parlemen, ujar dia, harus menjadi rujukan bagi kaum perempuan yang ingin bergabung dengan perjuangan politik. Caranya bisa terbuka soal aktivitas kita lewat media dan sosial media.

“Jangan pernah takut untuk mendukung perempuan lain yang juga menjadi anggota parlemen. Dampingi dan didik mereka untuk sama-sama berjuang di parlemen, ” papar Ledia di House of Commons of the United Kingdom, London, Kamis (8/11/2018).

Ledia merujuk pada sejarah dan perjuangan perempuan dalam pergerakan Indonesia sejak 1928. Sementara sebagai anggota dewan, Indonesia telah menelurkan peraturan kuota minimal 30 persen untuk mengakomodir peran perempuan di parlemen.

“Kami percaya meningkatnya partisipasi perempuan di parlemen bukan soal angka tetapi tentang peningkatan kapasitas perempuan di parlemen. Perempuan memiliki kapabilitas dan kekuatan untuk memperjuangkan isu yang sangat terkait dengan mereka di parlemen,” kata Ledia.

Ledia berharap semakin banyak perempuan yang terpilih mewakili rakyat untuk berjuang di parlemen, termasuk di Indonesia. “Jika terpilih itu hanya awalan. Yang lebih penting adalah menunjukkan kinerja terkait isu-isu perempuan, anak dan keluarga untuk negara yang kita cintai,” ujar dia.

Sumber: pks.id