,

PKS dan Pesantren

“Ponpes adalah kekuatan umat dan kekuatan bangsa. Banyak pemimpin bangsa lahir dari pesantren-pesantren,” kata Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al-Jufri saat berkunjung ke Pondok Pesantren (PP) Sunan Drajat Lamongan. Jumat (22/2/2019).

Habib Salim datang didampingi Gubernur Jawa Barat dua periode Ahmad Heryawan (Kang Aher) dan Ketua DPW PKS Jatim Arif Hari Setiawan.

###

Pernyataan Habib Salim ini bukan sekedar pernyataan. Kalau diperhatikan dan dihitung-hitung, saat ini semakin banyak ustadz-ustadz di PKS yang mendirikan pesantren.

Kader PKS yang lulusan Ponpes Gontor, LIPIA dan Timur Tengah banyak yang terus bergerak kearah sana. Awalnya mendirikan institusi pendidikan SDIT, SMPIT dan sekarang mengembangkan pesantren di berbagai kota.

Disisi lain, kader PKS yang lulusan umum, yang dulunya tidak makan pondok pesantren, yang kadang dilecehkan karena “hanya” belajar keislaman di Rohis Sekolah, kini banyak yang mempesantrenkan anaknya.

Kalau di Tahun 80an, bapaknya lulusan Tebuireng, anaknya kuliah di STAN. Sekarang terbalik bapaknya lulusan Singapura, anaknya pesantren di Singaparna.

Baca juga:  Nagih Utang via Hari Aspirasi PKS

Efek positif lainnya adalah muncul destinasi-destinasi baru. Muncul kota-kota yang tadinya tidak dikenal sebagai daerah pesantren, kini menjadi lebih dikenal karena pesantren.

Sebutlah nama Kuningan, Subang atau Cilegon. Setiap akhir pekan, banyak warga Bekasi sini yang pergi kesana.

“Mau kemana?”
“Cilegon.”
“Ngapain?”
“Nengok anak pesantren”

Eh di Bekasi juga ada. Setu Kabupaten Bekasi dan Jatiasih serta Jatimakmur Pondokgede Kota Bekasi. Disana ada pesantren-pesantren modern yang ternyata tes masuknya ketat karena banyak peminat.

Pesantren-pesantren itu juga terbukti mengembangkan pariwisata daerah tersebut. Karena banyaknya orangtua santri yang datang, muncul pula penginapan dan pusat oleh-oleh.

Selain itu, keberadaan pesantren membawa efek positif dan mengangkat nama daerah karena santri-santrinya berprestasi di berbagai lomba. Dari urusan lomba mata pelajaran agama hingga sains.

Tentang Keberpihakan

Di Jawa Barat sendiri, Kang Aher selama sepuluh tahun menjabat menaruh perhatian besar pada pengembangan pesantren. Alokasi dana RKB (Ruang Kelas Baru) banyak mengalir ke pesantren, baik itu pesantren yang dikelola NU, Muhammadiyah atau PERSIS.

Baca juga:  PKS, Umat dan Kebutuhan Hadirnya Partai Islam yang Kuat

Mantap deh, semoga makin berkah dan Indonesia jauh lebih baik. Pesantren adalah ciri khas pendidikan umat Islam di Indonesia. Kalau dikelola modern dan profesional tentu akan lebih baik lagi. Seperti kata Habib Salim, semoga kedepannya terus bermunculan calon pemimpin bangsa dari pesantren.

Enjang Anwar Sanusi

Sumber: Facebook Anjang Anwar Sanusi

Comments

comments