Masih Ragu Pilih PKS?

“Para Pendeta dari 12 Gereja di Pekanbaru ini bertemu dengan ana (saya), Kang. Mereka menyatakan siap mendukung ana untuk bisa mengemban amanah di Parlemen,”

Demikian Kak Nita (dr. Arnita Sari, istri Ketua DPW PKS Provinsi Riau H. Hendry Munief, MBA) memulai pembicaraan kami menjelang hidangan makan malam hadir. Di salah satu rumah makan di Pekanbaru.

Lebih lanjut Kak Nita menuturkan bahwa dirinya tahu, daerah tempat para Pendeta dan jemaatnya tadi merupakan pemukiman non muslim dan basis kuat salah satu partai pendukung petahana.

“Ana mengambil hikmahnya, meskipun mereka dari kalangan Kristiani, tapi mereka percaya bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan para kadernya adalah partai yang tidak mereka ragukan kredibilitasnya,” sambung Kak Nita.

Aku mengangguk. Ya memang demikian adanya yang terjadi di masyarakat. Bahkan ulama seperti Ustadz Abdul Somad pun sampai merekomendasikan memilih PKS. Tak ketinggalan dengan Ustadz-Ustadz lain di negeri ini seperti Ustadz Bachtiar Nasir, Ustadz Haikal Hassan, hingga Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Semuanya merekomendasikan ummat memilih PKS!

“Memang setelah menjadi Anggota Dewan ya kita menjadi milik rakyat. Dimana pun mereka, apapun agamanya. Aspirasi mereka tentu saja aspirasi anak bangsa yang hajat hidupnya harus ditunaikan. PKS sangat terbuka terkait ini. Lihat saja bagaimana PKS mendapat tempat di hati masyarakat Papua saat ini”

Baca juga:  Survei Litbang Kompas dan Pesan Penting PKS untuk Prabowo-Sandi

Kulihat Bang Munief turut memperhatikan pemaparan Sang Istri.

“Betul sekali. Memang kita (PKS) ya terbuka. Salah satunya dalam bekerjasama di masyarakat, bahkan dengan partai politik lainnya,” Bang Munief akhirnya berujar.

“Subuh kemarin, Selasa (02/04), ana mengisi kultum di Masjid. Ketua Takmir Masjidnya adalah Ketua salah satu partai. Dia mengendors ana ke jamaahnya. Di luar agenda kultum ana dikenalkan sebagai Caleg DPR RI, dan beliau mendorong jamaah Masjidnya untuk dukung ana. Ini silaturahim dan kepercayaan yang luar biasa,” sambung Bang Munief.

Pembicaraan kami kurasakan semakin hangat dan menarik. Kak Nita menggambarkan bahwa amanah yang diembannya sebagai Caleg DPRD Provinsi Riau mengenalkannya pada hikmah yang luar biasa.

“Ada hikmah buat diri ana atas amanah pencalegan ini. Ana bisa mengenal dan bersilaturahim dengan banyak orang. Terpenting ana tahu, bahwa yang percaya dan mendukung PKS ternyata sangat banyak. Inilah jalan dakwah yang ana pahami keberadaannya,” pungkas Kak Nita sesaat setelah pramusaji meletakan hidangan makan malam di meja.

Baca juga:  Caleg PKS, Sudah Dokter kok Masih Nyaleg?!

Aku tertunduk. Alangkah indahnya perjuangan dalam barisan ini. Barisan manusia yang kesehariannya ditelaah dan diingatkan tentang sholat, sedekah, tilawah Al Qur’an, dan kebaikan-kebaikan lainnya oleh para Ustadz masing-masing.

Ternyata, dalam telaah amal-amal harian tersebut tersirat sebuah pelatihan, bahwa suatu hari siapapun orangnya dalam barisan dakwah di PKS akan mengemban amanah kepercayaan masyarakat. Tentu saja amal-amal harian yang berkesinambungan tadi akan menjadi rem bagi setiap keburukan yang mungkin timbul.

Tiba-tiba aku teringat seorang sahabat yang dengan nada sumirnya bertanya padaku;

“Oh, masih di PKS juga?”

Aku tersenyum. Jawabku teramat singkat.

“Alhamdulillah. Teman-teman non muslim dan partai lain saja percaya PKS. Masa aku tidak?”

Tak terasa waktu menunggu, hidangan makan malam telah semuanya tersaji. Tak lama rasanya, seumpama aku menunggu 17 April 2019. Hari dimana dukunganku terhadap PKS akan kunyatakan secara resmi. Tanpa ragu, tanpa malu, karena cinta memang butuh diungkapkan! #eeaa

Ewa (Reli Kepri)

Sumber: blog.pks.id

Comments

comments