Para calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menandatangani pakta integritas menuju Pemilu 2019.

Pakta integritas tersebut terdiri dari delapan poin, yang ditantangani dalam acara Konsolidasi Nasional Pemenangan Pemilu 2019, di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Minggu (14/10/2018).

Presiden PKS Sohibul Iman menyebutkan, salah satu poin terkait larangan melakukan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), ketika terpilih nanti.

Penandatanganan pakta integritas tersebut turut disaksikan oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang.

“Pertama yang secara langsung terkait KPK adalah bahwa seluruh caleg PKS, ketika terpilih mereka berkomitmen untuk tidak melakukan tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ujar Sohibul saat konferensi pers di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Minggu (14/10/2018).

Selain itu, terdapat pula poin tentang penggunaan kampanye positif yang tidak memecah-belah bangsa selama masa kampanye.

Salah satu poin lainnya terkait komitmen para caleg untuk bekerja atas dasar kepentingan rakyat, jika terpilih nanti.

Sohibul mengatakan, Saut memberi apresiasinya atas pakta integritas tersebut. Namun, Saut juga menekankan soal implementasinya.

Baca juga:  Daftar Parpol dengan Kader Terbanyak Diciduk KPK

“Tadi Pak Saut menyampaikan kepada saya, ‘Boleh enggak Pak saya berkomentar?’, ‘Oh, boleh Pak’, (Pak Saut bilang) ‘Isinya bagus, sudah detail, tinggal nanti bagaimana mengsupervisinya’,” tutur Sohibul.

Untuk itu, menurut Sohibul, pihaknya akan meningkatkan kerja sama dengan KPK demi memperkecil potensi-potensi tindak pidana korupsi yang dilakukan kadernya.

Sumber: Kompas

Comments

comments